Aktivis Dakwah Kampus Perlu Anti Virus
(Oleh: Hamba ALLAH)
Puji Syukur Senantiasa Terpanjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala Rahmat dan kasih sayang-Nya sehingga dakwah yang mulia ini masih tetap menggaung dalam setiap sudut kampus tercinta ini, salawat serta salam juga tak terlupakan kepada Rasul Allah, sang teladan sepanjang zaman, amin
Ditengah kepenatan Aktifitas Dakwah yang dilakukan, sering menimbulkan tindak-tanduk yang kurang terkontrol, sehingga tidak heran kalau muncul yang namanya VMJ lhoo… istilah apalagi ne….. iya VMJ yang kata mereka Virus Merah Jambu loh…!! Ko’ Virus Merah Jambu….??? Iya…..! saya tidak tahu kapan dan kenapa Warna Merah Jambu di Nobatkan sebagai Warna Cinta.?? Tetapi sejatinya seperti itu.
Perasaan cinta adalah anugerah dari Allah SWT yang di titipkan pada setiap insan, namun orientasi cinta itu hendaklah pada arah yang tepat sehingga bermuara dan berbuah syurga.
Ana sebenarnya tidak sanggup melayangkan tulisan ini karena ana sebagai hamba yang dhoi’if, pastinya memiliki banyak kekurangan dan kesalahan yang sama, yang tentunya terserang juga dengan Virus yang ganas ini, tetapi melihat kondisi yang semakin menghambat dan merubah haluan Dakwah Kampus ini maka menggerakkan hati ana untuk membuat tulisan ini walaupun tertuju untuk ana juga, itulah dengan kondisi ini ana telah mencoba segala jurus tapi belum mampu membendung virus yang menyerang semua system Soft ware maupun hard ware pada wajiha ini, sehingga perlu anti virus yang baru dan mampu memjebol keganasan Virus Merah Jambu ini, Lho..?? kayak Komputer aja,,, ya iyyalah computer aja butuh anti Virus apatah lagi kite-kite.
Mengendalikan Kader Karena VMJ
Kepada antum smua, tidak salah kalo cinta bisa mendera siapa saja dan kemudian antum disalahkan (lho ko’ kita yang di salahin..???). Termasuk para aktivis dakwah (Aktifis Dakwah Juga Manusia Man.....!). jadi kita tetap harus waspada sama VMJ. Soalnya antum bisa berubah karena kasmaran. Yang pasti tidak berubah jadi Ksatria Baja Hitam hehehe...... Tapi perubahan yang lambat laun nampak dalam diri kita (af1 ini juga pada diri ana sendiri). Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya Raudhah al-Muhibbin wa Nuzhah al-Musytaqin menuliskan komentar sejumlah orang tentang pengaruh cinta dalam kehidupan seseorang.
Di antaranya sebagai berikut: “Cinta itu bisa menyucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, mendorong untuk berpakaian rapi, makan yang baik-baik, memelihara akhlak yang mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh dan cobaan bagi yang ahli ibadah”.
Lho....??? Ternyata cinta bukan cuma Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki seperti kata Sheila On Tujuh dalam sebuah lagunya. Tapi juga merupakan ujian sekaligus cobaan buat orang shaleh, ahli ibadah, termasuk kita-kita aktivis dakwah kampus ghitu lhoo...??!!. Kok bisa Ya...??? ya iyyalah masa Iya don’k, karena cinta nggak cuma bisa mengubah penampilan aja men. Dia juga bisa membelokkan niat yang sudah lurus. Komitmen dakwah bisa berubah. Aktivitas dakwah yang awalnya diniatkan untuk mendapat ridho Allah bisa terkontaminasi alias berbelok arah saat VMJ meradang. Ini yang harus diwaspadai. Kata bang napi Waspadalah... Waspadalah.... Waspadalah....
Tentu kita tidak mau, aktivitas dakwah kampus kita yang mulia jadi kacau-balau gara-gara kita terkena anak panahnya iblis dengan pesona cinta semu alias VMJ. Makanya kita harus pandai mengendalikan rasa itu. Seperti kata dokter Dullah, mencegah lebih baik daripada mengobati (bener apa betul...???? kata Upin dan Ipin betul...betul...betul..). Untuk urusan cinta juga sama. Lebih baik kita mencegah aktivitas yang bikin VMJ meradang. Ada dua hal yang bisa kita jalanin sebagai langkah pencegahan (kayak 3M DBD aja nih).
Pertama, dari dalam diri kita (ni terutama buat pribadi ana). Di sini kita kuatkan benteng pertahanan dari serangan rasa cinta semu yang membabi buta (kalau dalam komputer namanya DEEP FREEZE). Kalau dalam diri kita Caranya, rajin puasa sunat. Rasulullah menganjurkan pemuda-pemudi untuk berpuasa sebagai satu perisai takwa. Perbanyak membaca Al-Qur’an, shalat tahajjud, dan berdzikir kepada Allah saat godaan itu datang. Perbanyak juga do’a kita kepada Allah. Minta kepada-Nya biar kita dijauhin dari perbuatan yang haram dan menjaga hijab dalam setiap aktifitas antar lawan jenis terkhusus antara ikhwan-akhwat, minta juga kepada-Nya biar kita dikasih jodoh yang dalam bahasa Ambalau-nya qualified dunia-akhirat. Mau dong...?
Kedua, dari luar diri kita. Ini ni... yang sering tidak dijaga yang pada akhirnya menjadi pupuk bagi VMJ. ini juga nggak kalah pentingnya. Faktor lingkungan gampang sekali meluluhlantakkan pertahanan yang kita bangun. Itu sebabnya, kita harus bisa menata lingkungan sekitar kita. Misalnya, meminimalisasi pertemuan dan komunikasi dengan lawan jenis (ikhwan-akhwat). Mengurangi canda-tawa yang berlebihan (over acting) antara ikhwan-akhwat (lho tapi ana kan yang suka banyak candanya ya di batasi dong...! Insya Allah) Walau itu untuk konsolidasi dakwah. Sorry, bukannya mo ngerecokin, cuma kita khawatir, jiwa muda kita tak kuasa meredam gejolak rasa cinta semu itu. Kita juga bisa gaul ama temen-teman yang bisanya nggak cuma manas-manasin doang. Tapi mampu membantu kita menjaga izzah alias harga diri (apalagi Wajiha kita namanya Al-Izzah). Sehingga kita bisa belajar menundukkan pandangan. Baik terhadap para ‘macan’ (makhluk cantik) mau pun terhadap media ‘syerem’ yang bisa memacu adrenalin kita.
Kita baru sadar kalo seorang aktivis dakwah sering jadi panutan dan teladan bagi orang lain (ya tentu dong.....! masa matius dan berty yang jadi panutan.....?!!!). Nggak cuma Allah yang mengawasi tiap omongan sama tingkah laku kita, tapi juga umat dan terkhusus masyarakat IAIN Ambon. Gimana jadinya kalo pas ngisi pengajian begitu bersemangat bilang pacaran itu haram. Tapi, pas doi lagi kasmaran, waouu... perilakunya nggak beda sama Aktipa alias aktivis pacaran. Apalagi pake alas dengan istilah ‘pacaran islami’. Idiih…malu sama yang lain! Firman Allah Swt: “Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. (QS ash-Shaf [61]: 3)
Ciptakan solusi
Wadduh....!!! gimana ya...??? solusinya, Setiap virus pasti ada anti Virusnya, setiap penyakit pasti ada obatnya, setiap masalah pasti ada solusinya. Inilah sikap yang harus kita hadirkan kepada kader-kader dakwah kampus kita. Dengan bahasa yang bijak dan enak didengar. Ana coba dekatkan bahasa ini dengan fersi bahasa ana walupun agak ke-Ambalau-an:
a) Nggak gaul bebas bukan berarti nggak berinteraksi dengan lawan jenis. Emangnya penghuni dunia dakwah cuma satu jenis? Tetep, aktivitas dakwah juga mengharuskan kita berhubungan dengan lawan jenis. Apalagi yang tergabung dalam sebuah organisasi. Nah kan ada konsolidasi dakwah. Inget-inget tuh.....!!! Jaga Pandanga and jaga jarak. Loe mau bukti dari Tuhan?? lihat Q.S An-Nur: 31 : ” ana ga usah pake bahasa ambalau-nya ee...?? bahasa indonesia aja biar lue smua pada ngerti.
”katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman; ”Hendakah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka”.
b) Sebagai aktivis dakwah, tentu konsolidasi itu mengharuskan pihak ikhwan (muslim) menjalin kerjasama dengan para anggota ‘diva’ alias divisi akhwat (muslimah). Saling tukar informasi, Rapat mingguan untuk evaluasi kinerja dakwah sekaligus planning untuk masa mendatang. Sampe tergabung dalam kepanitiaan acara, juga apalgi interaksi dalam Seketariat yang sempit ini. Dan nggak mungkin kegiatan kayak di atas dilakukan tanpa adanya pertemuan apalagi sekretariat yang cuman punya satu pintu or one door. Berabe kan?. Nah Kalau begitu jaga Hijab Ya kalau pertemuan, yang akhwat jangan terlalu ngerasin suara dan yang Ikhwan jangan terlalu CAPER alias cari perhatian.
c) Nah, dari seringnya pertemuan dan interaksi yang berlebihan itulah bisa menyita perhatian khusus antar aktivis. Meski nggak terungkap, VMJ tengah mengamati dan menjalar ke hati yang hendak diburu. Satu sama lain saling menyimpan rasa kagum (wah... ini ni yang menjadi idamanku, orangnya sholeh/sholehah pinter, rajin, cantik apalagi...). Dari sinilah tumbuh perasaan simpati, empati, yang seterusnya bisa bikin jatuh hati (mendingan jatuh dari atas gedung Tarbiyah aja skalian). Walau hanya tersimpan rapi dalam diary atau menghiasi relung hati. Intinya, malu-malu tapi mau (istilah orang Kabauw). Kata salah satu ikhwan ”kan kita masuk LDK untuk Toalabul ilmi dan toalabul istri” ana setuju dengan pendapat itu tapi kita kan tahu aturannya. Nah kalau begitu Hindari Interaksi Berhadapan keseringan ya..? Kalu boleh bisa Antum Pakai Topeng aja. ha..haa. main ninja-ninjaan kali... bagi akhwat kalau masuk sekret langsung aja ke ruang akhwat, kalau pake komputer tarik aja ke ruang akhwat, tapi hati2 ya..? komputernya bisa kena VMJ juga.
d) Proses tumbuh dan mewabahnya VMJ di kalangan aktivis, nggak jauh beda dengan ‘cilok’ ala seleb. Kata orang tual CBSA alias Cinta bersemi saat aktif dalam dakwah. Makanya kita nggak usah ragu bin worried untuk jadi seorang aktivis dakwah. Pergaulan mereka yang terkesan anti-lawan jenis, hanya salah satu cara buat nunjukkin kalo Islam juga punya aturan maen dalam pergaulan. Justru kita kudu bangga jadi aktivis. Karena untuk urusan jodoh, Allah bakal ngasih pasangan hidup yang ‘qualified’ buat para aktivis pengemban dakwah yang istiqomah. Maka jangan takut Jodoh loe Pasti loe Dapet sesuai taksiran loe. Untuk meyakinkan loe, bacain ni : “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang (baik) pula.” (QS an-Nûr : 26)
Pilihanan anda hari ini untuk menjadi kader dakwah kampus adalah pilihan tepat walupun berat amat (amat aja ga’ berat cuman 20 kg aja ko’ ... suer). Pilihan yang mengandung konsekwensi perjuangan seumur hidup yang acap kali antum ucapkan dalam setiap baiyat. Maka jangan nodai pilihan ini karena pelanggaran hati. Kasihan banyaknya prestasi yang telah antum ukir disini, Di Dakwah kampus kita, antum nodai karena tidak kebal hati akibat Virus Merah Jambu. Episode kisah, antum tutup dengan noda dan menjadi kusam tak dibuka oleh generasi antum. Kalaupun antum dikenang hanya karena mereka mengumpamakan kejelekan antum yang harus dihindari. Lalu dimana perkembangan dakwah Kampus yang kita harapkan...????
Akhirnya, catatan ini bukanlah, sebuah pembelaan atau penyalahan terhadap kita smua. Melainkan kita smua harus diarahkan dan dibanggakan karena disamping ada pelanggaran ada juga prestasi yang telah kita ukir disana di dakwah kampus kita tercinta LDK Al-Izzah IAIN Ambon. Ikhwan-akhwat juga manusia. Tapi kemanusiaan kita diatur.
Semangat antum semua di akhir periode 2008 ini menjadi energi baru buat ana untuk tetap semangat. Mari kita songsong kebangkitan Islam dari Kampus kita ini yang di pelopori oleh New Al-Izzah Generation.
Mari kita buka episod baru untuk Al-Izzah yang lebih maju dan mandiri.
Allahuakbar...3x...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar